
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia resmi melantik
Ketua dan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Periode
2025-2029 di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Bahlil menegaskan pentingnya efisiensi dan pemerataan energi, terutama dalam menjaga
ketersediaan BBM di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menjelang Natal dan Tahun Baru.
Dalam sambutannya, Menteri ESDM menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada Komite BPH
Migas yang baru dilantik
“Saya ucapkan selamat bergabung, selamat menjalankan tugas dan selamat datang. Saya pikir ke
depan menyangkut kedaulatan energi akan menjadi salah satu bagian terpenting dalam menjalankan
tugas kita,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bahlil juga menekankan pentingnya efisiensi dalam menjalankan tugas dan fungsi BPH
Migas, khususnya terkait pengawasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan penetapan tarif
gas bumi melalui pipa.
“Dan saya minta, khusus untuk BPH Migas ini menyangkut dengan BBM bersubsidi, kemudian adalah
menyangkut dengan toll fee, kita harus mampu menemukan efisiensi,” imbuhnya.
Selain itu, Bahlil juga memberikan instruksi khusus terkait kesiapan ketersediaan BBM menjelang
periode Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia menekankan agar BPH Migas memastikan
distribusi energi berjalan lancar hingga ke wilayah 3T, demi menghadirkan keadilan energi bagi
seluruh masyarakat Indonesia.
“Yang sudah bagus silakan dijalankan, yang belum bagus silakan diperbaiki. Terutama untuk
menjelang tahun baru, kita harus buat tim yang baik. Untuk menjaga jangan sampai ada terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan dalam menuju Natal dan Tahun Baru, khususnya ketersediaan BBM,
kemudian suplai BBM, terutama daerah-daerah 3T,” tutupnya. (Admin)